Sabtu, 29 Oktober 2016

KONDISI FISIK WILAYAH DAN PENDUDUK INDONESIA

A. Kondisi Wilayah Indonesia


Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kergaman bentuk muka bumi, baik didaratan maupun didasar laut. Selain memiliki keragaman dalam bentuk muka bumi Indonesia juga di perkaya dari letak geografis maupun letak astronomis. Letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan permukaan bumi, sedangkan letak astonomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya.

Garis lintang merupakan garis-garis yang sejajar dengan khatulistiwa yang melintang mengitari bumi sampai daerah kutub. Garis bujur adalah garis tegak yang berjajar menghubungkan wilayah kutub utara dan kutub selatan. Kedua garis tersebut merupakan garis khayal yang digunakan sebagai pedoman untuk menunjukan suatu wilayah di muka bumi.

letak astronomis berpengaruh terhadap iklim sedangkan letak geografis berpengaruh terhadap keadaan alam maupun penduduknya. Kondisi ini ternyata memiliki hubungan yang erat dengan segala aktivitas manusia.

a. Letak geografis Indonesia


Menurut letak gegrafisnya Indonesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia, dan terletak diantara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak Indonesia yang dihimpit oleh dua benua dan dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk.


1. Pengaruh letak geografis terhadap keadaan alam 

Indonesia merupakan negara kepulauan yang merupakan tempat pertemuan samudra besar dan di apit oleh daratan yang luas, hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi alam.

  • Wilayah Indonesia beriklim laut, karena Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut sehinga mendatangkan banyak hujan.
  • Indonesia memiliki iklim musim, karena iklim dipengaruhi oleh angin muson yang berhembus 6 bulan sekali dan berganti arah. Oleh karena itu menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim penghujan di Indonesia. 


2. Pengaruh letak geografis terhadap keadaan penduduk

Karena Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) yaitu antara dua benua dan dua samudra, maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Indonesia banyak dipengaruhi dalam budaya asing, seperti dalam bidang seni, agama, bahasa, dan peradaban.
  • Indonesia terletak di negara yang berkembang sehingga banyak terjadi hubungan kerja sama dengan negara-negara tetangga.
  • Lalu lintas pelayaran dan perdagangan di Indonesia cukup ramai, sehingga dapat menunjang perdagangan dan mampu menambah pedapatan devisa negara.


b.  Letak astronomis Indonesia


Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia terletak pada 6 derajat Lintang Utara-11 derajat Lintang selatan dan antara 95 derajat BT-141 derajat BT. Wilayah Indonesia yang paling utara adalah pulau We di Nanggroe Aceh Darusalam, wilayah Indonesi paling selatan adalah pulau Rote di Nusa Tenggara Timur, yang terletak di 11 derajat LS, wilayah Indonesia paling barat adalah ujung utara pulau Sumatra yang terletak pada 95 derajat BT, dan wilayah Indonesia paling timur adalah Merauke yang berada pada 141 derajat  BT.

Beberapa fakta dari letak astronomi Indonesia :

1. Wilayah Indonesia terletak di daerah khatuistiwa atau secara keseluruhan terletak di daerah lintasan timur dan berada di daerah tropis. Indonesia memiliki panjang busur 46 derajat (sama dengan 188 keliling bumi) dan lebar lintang 17 dejarat. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Berdasarkan letak lintang Indonesi beriklim tropis dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan yang tinggi.
  • Memiliki hutan hujan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
  • Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
  • Banyak terjadi penguapan sehingga kelembaban udara cukup tinggi. 

2. Wilayah Indonesia dibagi dalam tiga daerah waktu, dengan selisih waktu masihng-masing satu jam. Ketiga pembagian waktu tersebut adalah sebagai berikut :

  • Waktu Indonesia Barat (WIB), meliputi daerah Sumatra, Madura, Jawa, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pusat meridiannya adalah 105 derajat BT dan selisih waktu 7 jam lebih awal dari Greenwich Mean Time (GMT).
  • Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi daerah Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selesih waktu 8 jam lebih awal dengan GMT.
  • Waktu Indonesi Timur (WIT0, meliputi daerah Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Waktu Indonesia Timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dengan GMT. 

c. Hubungan letak georafis dengan perubahan musim di Indonesia


Wilayah Indonesi berada di anatar 6 derajat LU - 11 derajat LS dan merupakan daerah tropis dengan dua musim yaitu msusim kemarau dan musim penghujan, yang bergantian setiap 6 bulan sekali. Musim kemarau berlangsung antara bulan April sampai Oktober, sedangkan musim penghujan dari Oktober sampai April. Terjadinya perubahan musim ini di pengaruhi oleh beberapa faktor berikut :

1. Peredaran semu matahari tahunan 


Peredaran semu matahari adalah pergerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23 1/2 derajat LU, lalu kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju garis lintang balik selatan 23 1/2 derajat LS dan kembali lagi menuju ke khatulistiwa. Setiap harinya akan terjadi pergeseran tempat terbit atau terbenamnya matahari dibandingkan dengan hari kemarin.

Pergeseran ini di sebabkan karena adanya proses perputaran bumi mengelilingi matahari (revolusi), sehingga dapat di ketahui bahwa yang berubah adalah posisi bumi terhadap matahari. Akibat dari perputaran bumi terhadap matahari tersebut maka terjadilah pergeseran semu letak terbit atau terbenamnya matahari.


2.  Terbentuknya angin Muson


Musim di Indonesia terjadi sebagai akibat letak geografis Indonesia di antara dua Benua besar. Benua Asia berada di bumi belahan utara sedangkan Benua Australia berada di bumi belahan selatan yang mengakibatkan terjadinya tekanan udara yang berbeda di Asia dan Australia. Dengan perbedaan tekanan udara dari kedua benua ini maka terjadilah angin muson.

Angin muson adalah angin yang terjadi setiap 6 bulan berganti arah, sehingga membuat Indonesia memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Di Indonesia terdapat dua jenis angin muson yaitu :

a. Angin muson barat
Angin muson barat terjadi setiap bulan Oktober sampai Maret, saat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan, sehingga penyinaran matahari di Benua Australia lebih tinggi dibandingkan dengan di Asia. Hal ini menyebabkan tekanan udara yang minimun di Benua Australia dan tekanan maksimum di Benua Asia, sehingga angin bertiup dari Asia ke Australia (tekanan tingii ke tekanan rendah). Karena angin melalui Samudra Hindia maka angin tersebut mengandung banyak uap air, sehingga di bulan Oktober sampai Maret Indonesia mengalami musim penghujan.

b. Angin muson timur
Angin muson timur bertiup pada bulan April sampai September, dimana kedudukan semu matahari berada di belahan bumu utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan di Australia tinggi, sehingga angin betiup dari Australia menuju Asia. Angin tersebut melewati gurun yang berada di Australia sehingga bersifat kering, oleh karena itu pada bulan April sampai September di Indonesia mengalami musim kemarau.


B.  Kondisi Fisik Wilayah Indonesia

a. Persebaran Flora dan Fauna


Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatnya suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan hanya menyimpan kekayaan alam tetapi juga sebagai paru-paru dunia.

Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar, terutama curah hujan dan suhu udara. Suhu udara berpengaruh terhadap habitat tumbuhan di Indonesia yang dikenal dengan klasifikasi Junghunh, seorang  botani berasal dari Jerman yang membagi tumbuhan dari ketinggian tempat.

Persebaran fauna di Indonesia berkaitan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia. Menurut Alferd Russel Wallace, terdapat perbedaan persebaran binatang di Indonesia. Klasifikasi persebaran fauna di Indonesia di kenal dengan sebutan istilah klasifikasi garis wallace. Secara umum persebaran fauna di bagi kedalam tiga kelompok yaitu :

  • Kelompok Asiatis (kelompok barat), adalah hewan yang berada di Sumatra Kalimantan, Jawa, dan Bali. Jenis-jenis hewan yang termasuk kedalam fauna Asiatis adalah Gajah, Harimau, Kerbau, Kera, Badak, Tapir, Banteng, Babi hutan dan sebagainya. Sementara floranya berupa hutan bakau, dan rawa gambut dibagian Timur Sumatra dan rawa air dibagian Barat Sumatra. 
  • Kelompok Australis (kelompok timur), merupakan kelompok hewan yang berada di Papua, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Jenis-jenis hewan yang termasuk kedalam fauna Australis adalah Kangguru, Koala, Walabi, Burung Cendrawasih, Kakaktua, Kaswari dan masih banyak laiinya. Sedangkan flora yang termasuk kedalam Australis adalah hutan hujan tropis, hutan sagu, dan hutan lumut.
  • Kelompok peralihan atau Australis Asiatis (kelompok tengah), Merupakan kelompok fauna campuran dari Asia dan Australia, kel;ompok fauna ini berada di Wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Jenis fauna yang termasuk kedalam kelompok ini adalah Anoa, Babi, Rusa, Burung Maleo dan lain-lain.

b.  Persebaran jenis tanah diIndonesia  


Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang terbentuk karena pelapukan dan pengendapan bebatuan. Didalam tanah terdapat banyak macam-macam bahan organik dan anorganik. Bahan organik didapatkan dari jasad-jasad mahluk hidup yang telah mati baik flora, fauna maupun manusia. Sedangkan bahan anorganik berasal dari benda-benda mati berupa bebatuan dan mineral. Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanah dan dianataranya adalah sebagai berikut:

1. Tanah gambut


Tanah gambut juga disebut sebagai tanah organosol atau hinosol, adalah tanah yang berasal dari bahan organik dan selalu tergenang diair rawa, kekeurangan unsur hara, sirkulasi udara tidak lancar, proses penghancurannya kuran sempurna, dan tanah gambut kurang baik untuk dijadikan lahan pertanian.
Tanah gambut banyak terdapat di Kalimantan , Sumatra Barat, dan Papua.

2. Tanah kapur (renzina)


Tanah kapur atau tanah grumusol adalah tanah yang terbentuk dari bahan induk kapur yang mengalami laterasi lemah. Jenis tanah kapur banyak ditemukan didaerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Maluku dan Sumatra.

3. Tanah endapan


Tanah endapan atau yang disebut juga sebagai tanah aluvial, adalah tanah yang terbentuk karena pengendapan batuan induk  dan telah mengalami proses pelarutan air. Jenis tanah ini merupakan tanah yang subur dan tanah ini banyak terdapat di Jawa bagian utara, Sumatra bagian timur, dan Kalimantan bagian selatan da barat.

4. Tanah ter rarosa


Tanah ter rarosa adalah tanah hasil dari pelapukan batu kapur. Tanah ter rarosa merupakan jenis tanah yang subur dan banyak ditemukan didaerah Jawa Timur, Sumatra, Maluku, Jawa timur, dan Nusa Tenggara.

5. Tanah humus

Tanah humus adalah tanah yabg dihasilkan dari pelapukan tumbuhan (organik). Tanah humus berwarna hitam, sangat subur, dan sangat cocok digunakan untuk pertanian.
Tanah humus mudah ditemukan didaerah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua.

6. Tanah vulkanis


Tanah vulkanis atau tanah regosol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan oleh gunung berapi. Jenis tanah ini  sangat subur dan sngat cocok untuk pertanian.
Tanah vulkanis dapat ditemukan di daerah Jawa, Lombok, Bali, Sumatra, Halmahera, dan Sulawesi.

7. Tanah laterit


Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk karena temperatur dan curah hujan yang tinggi. Namun jenis tanah laterit ini kurang subur dan terletak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

8. Tanah pasir


Tanah pasir adalah tanah yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan beku dan sedimen yang tidak bersetruktur. Jenis tanah ini kurang baik jika digunaakan sebagai lahan pertanian karena hanya sedikit mengandung bahan organik. Jenis tanah pasir ini mudah ditemukan dipantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi.

C. Kondisi Penduduk Indonesia


Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa yang menyebar dari Sabang sampai Merauke. Bukan hanya suku bangsa dan ras yang beragam tetapi kepercayaan atau agama juga beragam seperti agama Hindu, Budha, Islam, Kristen, dan Katolik.

Karena Indonesia merupakan daerah lintasan dan menjadi tempat tujuan yang melaluinya, bahkan ini sudah terjadi sejak satu juta tahun yang lalu pada zaman prasejarah. Berdasarkan ciri-ciri fisik penduduk Indonesia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu sebagai berikut:

  •  Kelompok ras Autronesia-Melanesoid (Papua-Melanezoid), terdapat di Papu atau Irian, Pulau Aru, Pulai Kai.
  • Kelompok ras Negroid, antara lain orang semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Adaman.
  • Kelompok ras Weddoid, orang Sakai di Siak Riau, orang kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano dipulau Enggano, orang Mentawai.
  • Kelompok ras Melayu Mongoloid, dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu Ras Proto Melayu (Melayu tua) dan Ras Deutro Melayu (Melayu Muda). Yang termasuk kedalam ras proto adalah Suku Batak, Suku Toraja, dan Suku Dayak. Sedangkan yang termasuk kedalam ras deutro adalah Suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali.


Jumat, 16 September 2016

PERKEMBANGAN MASYARAKAT, KEBUDAYAAN DAN PEMERINTAHAN PADA MASA KOLONIAL EROPA

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia mulai dari Portugis, Inggris, dan Belanda yang paling lama dan menyeluruh serta berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia baik perkembangan masyarakat, kebudayaan, maupun pemerintahan adalah kolonial Belanda. Namun bukan berati yang lain tidak memberi dampak sama sekali.

Bangsa Eropa yang pernah menjajah Indonesia telah memberikan warisan kolonial yang cukup memberi warna bagi kehidupan bangsa Indonesia lewat budaya barat yang lebih modern. Masuknya peradapan barat di satu sisi menguntungkan dan memajukan aspek kehidupan bangsa, namun di sisi lain adakalanya pengaruh budaya barat memberikan corak yang negatif bagi masyarakat Indonesia.

Ada beberapa bentuk-bentuk dan ciri pengaruh kolonial di berbagai daerah di Indonesia sebagai berikut :

a. Agama


Agama baru yang dikenalkan oleh para kolonial pada saat itu adalah agama Kristen Katolik dan agama Kirsten Protestan. Agama Kristen Katolik dibawa oleh oleh kaum misionaris Portugis, sedangkan agama Kristen Protestan dibawa oleh Zendeling Belanda.

Masyarakat Indonesia diwilayah bagian timur  banyak yang tertarik terhadap agama kristen terutama di Maluku Selatan, Papua, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan memiliki gedung atau organisasi sebagai tempat berdoa dan melakukan upacara, yang disebut sebagai gereja.

Gereja Kristen Katolik dan gereja Kristen Protestan dari segi bentuk dan ciri terdapat perbedaan. Gereja Katolik memiliki seni arsitektur yang mengikuti gaya Romawi dan Gotik sedangkan gereja Protestan bentuk bangunannya disesuaikan dengan arsitektur masyarakat setempat.

b. Adat istiadat


Adat istiadat adalah tata kelakuan yang turun temurun dari generasi  satu ke generasi lain sebagai warisan yang mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Adat istiadat barat cukup mempengaruhi terhadap masyarakat Indonesia, hal ini dapat diketahui dari tata cara bergaul, model pakaian, pemberian gelar kebangsawanan, gaya pernikahan, berfikir rasional, menghargai waktu, semangat kerja yang tingggi, disiplin, individualistis dan lebih mementingkan kebendaan (materialistis).

Ciri-ciri adat istiadat barat yang telah mempengaruh masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Tata cara bergaul antar anggota masyarakat yang dipertahankan oleh pemerintahan jajahan adalah feodalisme, tetapi malah sekarang budaya barat yang berkembang adalah demokratis dan bebas.
  • Model berpakaian ala-ala barat menyesuaikan diri dengan keadan geografis Eropa yang beriklim subtropis, sehingga berpakain tebal disaat musim gugur dan dingin, serta berpakian tipis di saat musim panas tejadi.
  • Gaya pernikahan bangsa-bangsa Eropa umumnya glamor dan mewah.
  • Negri asal kaum penjajah bangsa Indonesia umumnya berbentuk kerjaan, sehingga sangat mendukung pemberian gelar kebangsawanan untuk menunjukan perbedaan status antara orang-orang kaya dengan masyarakat biasa.
  • Budaya bangsa barat yang ditularkan dan diwariskan kepada masyarakat Indonesia antara lain adalah rasionalisme, yakni paham yang menyakini bahwa kebenaran yang sesungguhnya berasal dari pikiran dan akal manusia. Dengan berfikir secara rasional orang-orang mampu menjahui hal-hal yang bersifat tahayul dan dapat memecahkan berbagai macam persoalan.
  • Dunia barat identik dengan dunia industri yang menghargai waktu, disiplin, memiliki semangat kerja yang tingi, dan berfikir secara sistematis dan logis. Sikap positif bangsa barat tersebut merupakan cerminan manusi moderen yang mulai ditiru oleh sebagian masyarakat Indonesia.
  • Bangsa-bangsa Eropa umumnya menganut paham individualisme yaitu paham yang mementingkan hak perseorangan. Namun gaya hidup individualisme tidak begitu mempengaruhi kehidupan masyarakat karena prinsip gotong royong masih diutamakan.

c. Hukum


Tata hukum Indonesia yang berlaku saat ini masih banyak yang merupakan warisan dari hukum belanda, walaupun dalam beberapa hal terjadi perubahan, pencabutan dan pengurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan keadaan masyarakat.

d. Sistem pemerintahan


Pemerintahan kolonial Belanda meninggalkan sistem pemerintahan yang baik sehingga dalam beberapa hal di contoh oleh Indonesia. Sistem pemerintahan yang diwariskan tersebut bersumber pada ajaran Trias politika yang membagi kekuasaan negara kepada badan legeslatif (pembuatan undang-undang), eksekutif (pelaksana undang-undang), dan yudikatif (pengawas pelaksana undang-undang).

e. Pendidikan


Pemerintah kolonial yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pendidikan berpola barat di Indonesia yaitu Portugis dan Belanda. Warisan kebijakan pendidikan nasional yang masih digunakan di Indonesia adalah pembagian jenjang pendidikan, sistem klasikal, pengaturan pelajaran melalui kurikulum, pengenalan berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti ilmu alam, ilmu buni, astronomi, filsafat dan hukum.

f. Kesenian


Peninggalan-peninggalan kesenian pada masa kolonial meliputi seni bangunan, seni musik, seni rupa, seni tari, seni sastra, dan seni film. Banyak sekali bangunan kolonial yang masih bisa digunakan dan dimanfaatkan dari nilai seninta seperti sekolah, asrama, vila, penjara, jalan raya, jalan kereta api dan waduk. Jenis musik yang dikenalkan oleh bangsa Portugis dan masih banyak digemari oleh masyarakat adalah musik keroncong.

Peninggalan seni rupa anatara lain berupa patung dan relief di gereja-gereja kristiani. Seni film cerita yang pertama kali di putar di Indonesia berjudul Loetoneng Kasaroeng yang dibuat pada tahun 1926 oleh Heuveldrop (orang Belanda) dan Kruger (orang Jerman).

Seni sastra mulai mendapat perhatian dari kolonial semenjak berdirinya kantor voor de Volkslectuur (komisi bacaan rakyat) di tahun 1908, dan pada tahun 1917 berubah menjadi balai pustaka. Sampai saat ini balai pustaka masih menerbitkan buku-buku yang bermutu bagi masyarakat Indonesia. Seni tari cara barat diantaranya dansa, yaitu tari yang dilakukan oleh pria dan wanita yang diiringi musik.

Kamis, 15 September 2016

PROSES KEDATANGAN BANGSA-BANGSA EROPA KE INDONESIA

Pada tahun 1453 kawasan Konstantinopel dikuasi oleh bangsa Turki, sejak itu hubungan dagang antara Eropa dengan Asia menjadi terputus. Sehingga Eropa kesulitan mendapatkan rempah-rempah untuk memenuhi kebutuhannya bangsa Eropa harus melakukan penjelajahan mengarungi Samudra untuk mendapatkan rempah-rempah.


Tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia mulanya hanya ingin mencari rempah-rempah namun tujuan itu berkembang dan mengarah pada kolonialisme dan imperialisme yang juga menjadi semboyan pada saat pelayaran pada saat itu. Tujuan kedatangan bangsa Eropa adalah 3 G yaitu Gold (mencari kekayaan), Glory (memperoleh kejayaan), Gospel (mengembangkan agama nasrani). Bangsa Eropa yang mempelopori untuk melakukan penjajahan  adalah bangsa Spanyol dan Portugis.

a. Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia


Bangsa Portugis berhasil datang ke Indonesia tidak lepas dari pelayaran Vasco da Gama yang telah berhasil menemukan India di kota Kalikut. Portugis tiba di Ternate, Indonesia pada tahun 1512 dibawah pimpinan Antonio di Abrea. Pada awalnya kedatangan bangsa Portugis diterima dengan baik oleh masyarakat Ternate.
Pada pelayaran pertama Portugis ke Maluku hanya memiliki tujuan berdagang.

Pada tahun 1521, bangsa Portugis mendirikan benteng Sao Paulo untuk melindungi Ternate dari serangan musuh. Portugis juga mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Namun tindakan Portugis yang sewenang-wenang bahkan memaksaakan hak monopoli perdagangan membuat rakyat semakin tidak senang dengan bangsa Portugis.

Hubungan antara Ternate dengan Portugispun berubah menjadi permusuhan setelah Portugis bertindak kasar bahkan sampai membunuh Sultan Hairun (Raja Ternate), yang akhirnya membangkitkan rakyat Ternate untuk melakukan perlawanan terhadap Portugis.

b. Kedatangan bangsa Spanyol


Pada tahun 1521 bangsa Spanyol datang ke Maluku, Indonesia. Tujuan bangsa Spanyol sama halnya dengan bangsa Portugis yaitu untuk menguasi perdagangan rempah-rempah. Mereka berlayar dari Filipina dan singgah di pelabuhan Tidore, Bacan, dan Jailololo. Di Maluku bangsa Spanyol di sambut dengan baik oleh rakyat, hal ini beralasan karena untuk mengimbangi orang-orang Portugis dalam perdagangan.

Untuk menghadapibangsa Portugis yang telah beranalisasi dengan masyarakat Ternate, Spanyol bergabung dengan Tidore. Hal ini menyebabkan terjadinya persaingan antara Spanyol dan Portugis, dalam hal kekuatan Ternate dan Portugis lebih unggul dibandingkan dengan Spanyol dan Tidore. Sehingga disetiap pertikain kecil Spanyol mengalami kekalahan, namun demikian permusuhan diantara keduanya tetap tidak berakhir. Untuk mengakhiri permusuhan atas prakarsa Paus diadakan perjanjian Saragosa pada tahun 1529 yang berisi :

  1. Perdagangan Portugis menguasai daerah Maluku sampai Tanjung Harapan
  2. Perdagangan Spanyol menguasai daerah Filipina

Dengan adanya perjanjian Saragosa yang telah menempatkan bangsa Portugis lebih leluasa untuk bergerak sehingga membuat kedudukannya semakin kuat. Sedangkan bangsa Spanyol semakin tersisih dan akhirnya pada tahun 1534 menyingkir ke Filipina.

c. Kedatangan bangsa Inggris


Kedatangan Inggris ke Indonesia di mulai oleh Francis Drake dan Thomas Convendish, pelayaran Francis di mulai pada tahun 1579. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate kembali ke Inggris, kemudian perjalanan berikutnya dilakukan oleh Thomas dengan melewati jalur yang sama. Pengalaman dari kedua pelaut itu mendorong kongsi dagang Inggris untuk mengadakan pelayaran mencari rempah-rempah ke Indonesia.

Kongsi dagang itu bernama EIC (East Indian Company), sejak tahun 1600 EIC memperoleh hak yang istemewa oleh ratu Inggris untuk mengurus perdagangan di Asia. EIC juga memiliki wewenang atas monopoli perdagangan di Asia dan di berikan untuk menetukan kebijakaannya sendiri.

Di akhir abad ke-16 EIC mengadakan hubungan dengan berbagai daerah di Indonesia, meskipun berhasil menjalin hubungan perdagangan, tetapi Inngris tidak berhasil menanamkan pengaruhnya. Hal ini terjadi karena rakyat tidak senang dengan kedatangan EIC, karena EIC memaksakan cara dagang menurut aturannya sendir. Selain itu ketidak mampuan EIC untuk mengahadapi persaingan dengan armada Belanda membuat Inggris tersingkir dari kawasa perdagangan Indonesia.

d. Kedatangan bangsa Belanda


Datangnya bangsa Belanda ke Indonesia dilatar belakangi oleh perang tahun 80 an antara Belanda dengan Spanyol yang mengakibatkan penutupan pelabuhan Lisabon bagi Belanda oleh Spanyol, yang bertujuan untuk menekankan dan menghancurkan kekuatan ekonomi Belanda. Penutupan Lisabon malah membuat Belanda mencari jalan sendiri untuk menuju Indonesia.  Pelayaran Belanda ke Indonesia yang pertama dilakukan oleh Cornelis de Houtman yang berpedoman pada buku Intenerario karya Jan Hutgen Linshcoten, dan berhasil mendarat di Banten pada tahun 1596.

Pada saat itu Banten menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan perdagangan bahan-bahan lainya dari berbagai daerah Indonesia. Kedatangan bangsa Belanda di terima dengan baik oleh rakyat karena meraka beranggapan dapat meramaikan perdagangan rempah-rempah serta menambah pemasukan bea dan cukai kerajaan Banten.

Pada awalnya Belanda menunjukan sikap yang bersahabat sehingga Belanda juga dapat berdagang dengan baik di Banten. Namun keadaan berubah ketika Belanda menunjukan sifat kekuasaan dan keserakahannya. Hal ini membuat perselisihan antara orang-orang Banten dan Belanda, akhirnya Belanda di usir dari daerah Banten.

Meskipun gagal membawa kembali rempah-rempah ke Belanda, pelayaran Cornelis de Houtman telah membuka jalan ke Indonesia. Kemudian di tahun 1598 bangsa Belanda kembali ke Indonesia di bawah pimpinan Van Neck dan Warwijk. Mereka bersikap sangat berhati-hati dan baik sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Banten, dan merekapun berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Belanda dan mendorong pedagang lainnya datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. 

Rabu, 14 September 2016

PERAN INDONESIA DALAM PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ANTARA ASIA DAN EROPA

Negara Indonesia terlibat langsung dalam perkembangan perdagangan dan pelayaraan antara Asia dan Eropa. Hal ini terjadi karena menyangkut dua faktor utama yaitu letak geografis Indonesia yang berada pada jalur pelayaran Asia dan Eropa dan barang-barang yang diperdagangkan, terutama rempah-rempah berasal dari Indonesia.

Pada awalnya rempah-rempah harus menempuh jalan yang bertahap dan untuk sampai pada pasaran di Eropa. Dahulu rempah-rempah diangkut dari Maluku Utara ke Hitu dan Banda. Kemudian diangkut kebagian  barat Indonesia dan selat Malaka. Setelah dari selat Malaka kemudian dibawa ke India terutama Gujarat yang melakukan hubungan dagang langsung dengan Malaka.

Pada tahun 1521 terbuka jalan laut yang menghungkan Indonesia dengan Eropa barat, hal ini dilakukan oleh Sebastian Del Cano. Pusat-pusat perdagangan yang terjadi di laut tengah Tengah merupakan kawasan yang sangat ramai dan sibuk, dan erat hubungannya dengan kota dagang yang ada disekitarnya.

Kota-kota dagang tersebut juga berhubungan dengan kota-kota dagang utama di Eropa Selatan, Eropa Utara, maupun kota-kota pedalaman Eropa. Terkait dengan hal-hal tersebut, maka pusat-pusat perdagangan dan pelayaran dikawasan lautan Tengah ternyata mempunyai peran yang sangat penting karena memiliki hal-hal sebagai berikut :

  1. Sebagai pintu gerbang penghubung kegiatan perdagangan dan pelayaran antara Asia dengan Eropa. Sebagai pusat perdagangan dan sebagai pemasok rempah-rempah untuk bangsa Eropa.
  2.  Sebagai persinggahan para pedagan sebelum melanjutkan perjalanannya.
  3. Sarana tumbuhnya sahabat dan hubungan dagang antar kota-kota dagang.

Namun peran penting yang di sandang Laut Tengah berubah drastis karena kawasan Konstantinopel dikuasi bangsa Turki pada tahun 1453. Dari sejak itu bangsa Eropa mengalami kesulitan untuk mendapatkan barang-barang yang dulunya dipasok oleh Konstantinopel, akibatnya mata perdagangan dan pelayaran antar Asia dan Eropa melalui Konstantinopel menjadi putus.

Setelah hal semua itu terjadi Eropa membuat trobosan baru untuk menembus pusat-pusat perdagangan rempah-rempah di Asi. Bahkan berusaha menembus langsung ke pusat penghasil rempah-rempah yaitu Maluku, Indonesia.

Secara geografis letak Indonesia berada pada posisi silang. yaitu berada antara dua Benua (Benua Asia dan Benua Australia), dan berada di dua Samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik). Karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa, menyebabkan Indonesia memiliki curah hujan yang cukup dan sinar matahari sepanjang tahun.

Kondisi alam ini membuat kesuburan tanah diseluruh Nusantara sehingga dapat menghasilakn rempah-rempah yang sangat baik yang di butuhkan oleh negara-negara lain terutama bangsa Asia dan Eropa. Di tambah lagi Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah  menjadi daya tarik yang luar biasa bagi bangsa-bangsa lain dibelahan dunia.

Indonesia mempunyai peran yang sangat penting dalam perdaganan dan pelayaran yang dilakukan oleh berbagai negara dibelahan bumi, terutama bangsa-bangsa yang tinggal dikawasan Asia dan Eropa. Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia menjadi penting dalam berkembangnya  perdagangan dan pelayaran Asia dan Eropa, yaitu sebagai berikut :

  1. Kondisi geografis Indonesia sangat strategis, karena melewati jalur perdagangan antara Asia dan Eropa. Jalur laut yang di kenal dengan Jalur Selatan, melalui sebelah selatan Asia. Jalur ini di mulai dari Cina, melalui perairan Indonesia dan Selat Malaka menuju India. Kemudian jalur ini terpecah menjadi dua, yang pertama adalah Teluk Persia melalui Syria menuju Mediterania dan jalur lainya adalah melalui LAut Merah Mesir dan akhirnya sampai Mediterania dan Eropa.
  2. Kekayaan alam Indonesia menghasilkan barang dagangan yang dibutuhkan oleh Eropa. Rempah-rempah dari Maluku sangat dibutuhkan di Eropa sehingga pelayaran melalui peraian Indonesia sambil membawa rempah-rempah dari Maluku untuk diperdagangkan di Eropa.
  3. Karena faktor keamanan, jalur perdagangan dan pelayaran yang melewati perairan Indonesia lebih relatif aman, dengan ombak yang tidak begitu besar.
  4. Indonesia merupakan mata rantai jalur perdagangan dan pelayaran anatar Asia dan Eropa, yang keberadaanya sangat dibutuhkan.

Kamis, 01 September 2016

PENINGGALAN - PENINGGALAN SEJARAH BERCORAK ISLAM YANG ADA DI INDONESIA

Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam dan peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia. Agama dan kebudayaan Islam mewariskan banyak sekali peninggalan sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam antara lain masjid, kaligrafi, karya sastra, dan tradisi keagamaan. Berikut ini akan dibahas satu per satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia.

a. Masjid


Masjid bermakna sebagai tempat bersujud , yaitu tempat orang untuk beribadah bagi orang - orang yang beragama islam . Masjid - masjid peninggalan waktu itu berbeda dengan masjid - masjid yang ada pada saat ini . Berikut adalah penjelasan dari cir - cir masjid - masjid kuno :

  1. Atap masjid berbentuk bujur sangkar  , dan bertingkat seperti pura 
  2. Mimbar masjid berbentuk teratai 
  3. Hiasan masjid umumnya berupa ukiran hewan - hewan dan tumbuhan 
  4. Menara masjid menyerupai bangunan candi 
  5. Halaman masjid dikelilingi tembok dengan satu atau dua pintu
  6. Terdapat kolam atau parit yang megelilingi masjid 
  7. Pintu gerbang masjid menyerupai gapura keraton atau candi
  8. Masjid kuno di kota biasanya terletak di tengah kota menghadap ke alun - alun serta dekat dengan istana
  9. Pada bagian sebelah kiri atau kanan masjid terdapat menara untuk menyerukan adzan , sedangkan pada bagian barat terdapat sisi yang menonjol yang di sebut sebagai mihrab
  10. Di sekitar masjid terdapat makam tokoh para ulama . 

Masji - masjid peninggalan kerajaan islam di Indonesia :


b. Kaligrafi 


Kaligrafi adalah seni melukis indah atau mengukir huruf - huruf Arab yang berisikan tulisan - tulisan pengingat manusia kepada Alloh SWT . Seni kaligrafi yang bernafaskan islam merpukan rangkaian dari ayat - ayat suci Al-Qur'an dan Hadist Nabi Muhammad SAW . Kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid , batu nisan , gapura masjid dan gapura pemakaman .

Tulisan kaligrafi yang terdapat pada batu nisan pertama kali di temukan di Indonesia adalah batu nisan pada makam Fatimah binti Maimun di Leran , Surabaya Jawa Timur . Sedangkan kaligrafi pada gapura terdapat di gapura makam Sunan Bonang di Tuban .

Tulisan - tulisan kaligrafi yang terdapat dalam sejarah peninggalan islam di Indonesia : 






c. Istana atau Keraton 


Istana adalah tempat untuk melakukan kegiatan - kegiatan penting yang menyangkut urusan kerajaan dan sebagai tempat tinggal raja beserta keluarganya . Bangunan utama istana di kelilingi pagar tembok , parit atau sungai kecil . Sebenarnya adanya istana adalah pengaruh Hindu-Budha , setelah islam masuk tradisi pembangunan istana masih berlangsung . Akibatnya , pada bangunan istana yang bercorak islam , masih terlihat adanya pengaruh Hindu-Budha di dalam seni arsitekturnya .



d. Sastra


Kesastraan Islam berkembang di Jawa dan Sumatra. Peninggalan karya sastra yang bercorak Islam adalah suluk dan hikayat. Suluk dan hikayat ada yang ditulis dalam bahasa daerah ada juga yang ditulis dalam bahasa Arab. Ada juga suluk yang diterjemahkan dalam bahasa Melayu. Suluk dan hikayat dibuat untuk mempermudah masyarakat Indonesia menangkap ajaran Islam.
 

Beberapa suluk terkenal adalah syair Si Burung Pingai dan syair Perahu karya Hamzah Fansuri serta syair Abdul Muluk dan syair gurindam dua belas karya Ali Haji. Syair gurindam dua belas berisi nasihat kepada para pemimpin agar mereka memimpin dengan bijaksana. Ada juga nasihat untuk rakyat biasa agar mereka menjadi terhormat dan disegani oleh sesama manusia. 

Syair Abdul Muluk menceritakan Raja Abdul Muluk.
Hikayat adalah cerita atau dongeng yang isinya diambil dari kejadian sejarah. Di pulau Jawa, hikayat dikenal dengan nama babad. Babad tanah Jawa menceritakan kerajaan-kerajaan yang terdapat di Jawa. Cerita tersebut dimulai dari kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan Islam. Di Aceh ada beberapa jilid Bustan Al-Salatin yang berisi riwayat nabi-nabi, riwayat sultansultan Aceh, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi. Kitab ini ditulis oleh Nuruddi Ar-Raniri.


Jumat, 19 Agustus 2016

PERKEMBANGAN KERAJAAN - KERJAAN ISLAM DI INDONESIA



Proses berkembangnya islam di Indonesia sangat pesat dan cepat terutama di daerah pesisir karena adanya kntak dagang para pedagang islam dan pedagang Indonesia . Para pedagang Gujarat menyiarkan islam dengan cara bijaksana dan tanpa paksaan ataupun kekerasan . Sehingga pedagang dan penduduk indonesia banyak yang masuk agama islam , apalagi di dalam agama islam tidak mengenal adanya kasta .

Pengaruh islam di kalangan penduduk semakin kuat mendorong tumbuhnya kerajaan - kerajaan yang bercorak islam . Kerajaan - kerjaan islam yang berkembang di indonesia pada masa itu adalah sebagai berikut :

a. Kerajaan Samudra Pasai


Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan islam pertama di Indonesia , kerajaan samudra pasai berdiri pada abad ke-13,  Sultan Malik Al Saleh adalah raja pertama  . Kerajaan Samudra Pasai terletak di daerah Aceh Utara , Kabupaten Loksemuwae .

Pada tahun 1297 Sultan Malik Al Saleh wafat , kemudian pemerintahan digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Mahmud . Kemudian di tahun 1326 Sultan Mahmud wafat , selanjutnya sistem pemerintahan kerjaan Samudra Pasai di gantikan oleh Sultan Ahmad yang di beri gelar sebagai Malik Al Tahir .

Saat pemerintahan Sultan Ahmad kerjaan Samudra Pasai mendapat kunjungan Ibnu Batuta yang merupakan utusan dari Su;ltan Dehli . Menurut Ibnu Batuta kerjaan Samudra pasai merupakan bandar pelabuhan yang sangat penting . Karena di pelabuhan ini yang menjadi tempat bongkar dan muat barang - barang dagangan yang di bawa oleh pedagang dari dalam maupun luar negri .

b. Kesultanan Demak 


Kesultanan Demak didirikan oleh raden patah pada abad ke - 15 terletak di pulau jawa . Kerajaan demak merupakankerajaan islam pertama yang ada di pulau Jawa . Sebenarnya raden patah adalah salah satu seorang bupati dari kerajaan Majapahit yang berkedudukan di Demak dan sudah menganut agama islam .
Karena kekuasaan kerjaan Majapahit mulai melemah . Keadaan ini menmdorong Raden patah untuk mendirikan kerajaan Demak .

Dalam waktu yang singkat kerajaan Demak sudah mampu berkembang dengan pesat , dan menjadi kerajaan yang besar . Di samping itu kerjaan Demak menjadi pusat pengajaran agama islam . Kedatangan Portugis di Malak mebuat ketiaksenangan Sultan Demak karena hal itu merupakan ancaman bagi kerjaan Demak .
Pada tahun 1513 kerajaan Demak mengirim armadanya yang di pimpin oleh Pati Unus untuk mengusir Portugis di Malaka , Namun Pati Unus dan armadanya mengalami kegagalan .

Karena keberaniannya Pati unus di beri gelar sebagai Pangeran Sabrang Lor yang artinya Pangeran yang menyebrangi laut Utara . Pada tahun 1518 Raden Patah wafat lalu digantikan oleh putranya yaitu Pati Unus .
Tetapi pemerintahan Pati Unus hanya berlangsung selama tiga tahun karena beliau meninggal . Setelah Pati Unus wafat sistem pemerintahan di gantikan oleh Sultan Renggono ( adik Pati Unus ).

Pada masa pemerintahan Sultan Renggono kerajaan Demak mengalami puncak kejayaan , kekuasaan kerjaan Demak meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur . Pada tahun 1522 Portugis datang ke Sunda Kelapa, pelabuhan utama kerajaan Pajajaran. Portugis menjalin kerjasama dengan raja Pajajaran dengan membuat kesepakatan untuk menghadapi pasukan Islam Demak. Portugis merencanakan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.

Pada tahun 1527 kerajaan  Demak mengirimkan tentaranya dipimpin oleh Fatahilah untuk mengusir dan menghancurkan Potugis yang menduduki Sunda kelapa. Fatahillah beserta tentaranya berhasil mengusir orang-orang Portugis dan menguasai Sunda Kelapa. Kemudian oleh Fatahillah nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta artinya kemenangan. Sekarang Jayakarta menjadi Jakarta.

Setelah wafatnya Sultan Trenggono Timbullah pertentangan di kalangan keluarga sendiri. Petentangan bersumber pada siapa yang berhak mewarisi kerajaan. Berakhirnya kerajaan Islam Demak setelah Pangeran Adiwijoyo atau Joko Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang yang suka bertindak sewenang-wenang, sehingga banyak adipati yang menentang tindakannya tersebut. Joko Tingkir kemudian memindahkan keraton Demak ke Pajang (tahun 1568. Dengan demikian tamatlah riwayat Kerajaan Demak.

c. Kerajaan Panjang


Kerajaan Panjang didirikan oleh Adiwijoyo ( Jaka Tingkir) pada tahun 1568 . Sultan Adiwijoyo atau Joko Tingkir adalah seorang yang suka menghargai pendukung atau pengikut yang turut bertempur bersamanya sewaktu menghadapi Arya Penangsang. Mereka yang telah berjasa oleh Sultan Adiwijoyo diberi hadiah penghargaan. Kedua orang yang dinilai sangat berjasa yaitu Kiai Ageng Pemanahan dihadiahi tanah di Mataram (sekitar Kotagede, dekat Yogyakarta).

Sedangkan Kiai Panjawi dihadiahi tanah di Daerah Pati. Mereka sekaligus diangkat menjadi bupati di daerahnya masing-masing.Dalam perkembangnya di Pajang terjadi pergolakan hebat. Setelah Sultan Adiwijoyo wafat pada tahun 1582, maka Arya Pangiri putra Sunan Prawoto (dari Demak) mencoba merebut kekuasaan dari Pangeran Benowo yang ketika itu menjadi penguasa Pajang menggantikan ayahnya, Sultan Adiwijoyo.

Pangeran Benowo meminta bantuan Sutowijoyo dalam menghadapi Arya Pangiri. Perebutan kekuasaan yang dilakukan Arya Pangiri tidak berhasil. Kemudian Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan Pajang kepada saudara angkatnya yang bernama Sutowojoyo karena tidak mampu lagi melanjutkan pemerintahan. Kemudian oleh Sutowijoyo pusat pemerintahan dipindahkan ke Mataram .

d. Kerajaan Mataram islam



Kerajaan islam mataram didirkan oleh Sutowijoyo pada tahun 1586 , kerjaan mataram tereletak di kota gede sebelah tenggara kota Yogyakarta .  Sutawijaya dinobatkan sebagai Adipati Mataram oleh Sultan Adiwijaya dengan gelar Senopati ing Alaga Sayidi Panatagama, yang berarti panglima perang dan pembela agama Islam. Di bawah kerja keras Sutawijaya, Mataram berkembang maju. Ia menjadikan Mataram sebagai kesultanan Islam terbesar di Pulau Jawa.

Politik ekspansif Sutawijaya untuk menaklukan daerah-daerah lain dilakukan terhadap Surabaya, tahun 1586. Surabaya dapat ditaklukkan dan mengakui kekuasaan Mataram.Pada tahun 1587, Mataram berusaha merebut Panarukan, Pasuruan dan Blambangan ketiga daerah tersebut dapat ditaklukan, tetapi kemudian memerdekakan diri. Tahun 1595, Sutawijaya mengalihkan politik ekspansifnya ke Jawa Barat, dikirim pasukan Mataram untuk menaklukkan Cirebon dan Kerajaan Galuh.

Daerah Panarukan, Pasuruan, dan Blambangan juga ikut melepaskan diri setelah pasukan Mataram kembali ke Mataram. Sutawijaya boleh dikatakan berhasil meletakkan dasar-dasar Kesultanan Mataram, ia menerapkan sistem kerajaan berdasarkan Agama Islam (teokratis).

Dalam pemerintahannya, kedudukan Sultan memegang peranan sangat penting dan kuat. Di bidang ekonomi, ia menjadikan Mataram sebagai kerajaan agraris maritim. Tahun 1601, Sutawijaya wafat digantikan putranya Mas Jolang dengan gelar Panembahan Seda ing Krapyak.

e. Kerajaan Cirebon


Pada tahun 1522 kerajaan Cirebon didirikan oleh Fatahilah . Dibawah pemerintahan raja Fatahilah kerajaan Cirebon mengalami puncak kejayaan . Kerajaan Islam Cirebon menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan Islam Mataram. Pada thaun 1570 Fatahillah wafat , selanjutnya ia digantikan oleh putranya bernama pangeran Pasarean. Dalam perkembangannya kemudian pada tahun 1679 kerajaan Islam Cirebon dibagi menjadi dua kerajaan yaitu Kasepuhan dan Kanoman.

Pada perkembangan selanjutnya, Kanoman kembali dibagi menjadi dua kekuasaan yaitu Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian, kekuasaaan Cirebon terbagi menjad 3 (tiga), yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan. Pada akhir abad ke-17, Cirebon berhasil dikuasai VOC.

f. Kesultanan Banten 


Pemimpin Kerajaan Banten pertama adalah Sultan Hasanuddin yang memerintah pada tahun 1522-1570. Sultan Hasanuddin berhasil membuat Banten sebagai pusat perdagangan dengan memperluas sampai ke daerah Lampung, penghasil lada di Sumatera Selatan. Tahun 1570 Sultan Hasanuddin meninggal kemudian dilanjutkan anaknya, Maulana Yusuf (1570-1580) yang berhasil menakhlukkan Kerajaan Pajajaran pada tahun 1579.

Setelah itu, dilanjutkan oleh Maulana Muhammad (1585-1596) yang meninggal pada penakhlukkan Palembang sehingga tidak berhasil mempersempit gerakan Portugal di Nusantara . Setelah Maulan Muhammad wafat timbul persoalan di kalangan kerajaan karena yang seharusnya menggantikannya adalah putranya, Abdul Mufakkir. Tetapi pada waktu itu Abdul Mufakkir baru berumur 5 bulan.


Maka pemerintahan sementara dipegang oleh seorang mangkubumi. DAlam perkembangannya kemudian muncul orang kuat bernama Pangeran Ranamenggala yang mengendalikan Banten mendampingi Abdul Mufakkir yang belum dewasa. Renamenggala wafat tahun 1624.

Kejayaan kerajaan Banten berlangsung sekitar tahun 1600. Pada waktu itu banten merupakan bandar pelabuhan terbesar. Banyak pedagang dari dalam dan luar pulau Jawa singgah untuk membeli maupun menjual lada, cengkeh, dan pala.

Kemunduran kerajaan Islam Banten terjadi sejak masa pemerintahan Sultan Abdul Mufakkir di mana Belanda terus melakukan blokade-blokade yang mengakibatkan sempitnya ruang gerak kerajaan Islam Banten. Walaupun demikian semangar rakyat Banten yang anti penjajah Belanda tetap menyala.

g.  Kesultanan Ternate dan Tidore 



Pada abad ke-15 di Maluku terdapat beberapa kerjaan - kerjaan yang bercorak islam , diantara nya yaitu Jailolo , Ternate , Tidore , Bacan dan Obi . Diantara kerajaan - kerajaan itu kerajaan Ternatelah yang paling berkembang dan maju . Kemajuan Ternate memancing kecemburuan keempat kerjaan lainnya untuk bersekutu melawan Ternate , namun perang tersebut tidak berlangsung lama .

Kelima kerajaan tersebut membuat suatu kesepakatan bersama kerajaan mana yang lebih dulu menduduki posisi pertama dan seterusnya . Tetapi kesepakatan ini pecah pada abad ke-15 karena kerjaan Ternate tampil di urutan pertama selama 10 tahun .

Ketika akan dikembalikan lagi menjadi raja Ternate, Sultan Khaerun dan rakyat Ternate menolak sultan lama. Penolakan ini menyebabkan Portugis marah dengan siasat licik Portugis mengundang Sultan Khaerun untuk berunding dengan Portugis namun Sultan ditangkap dan dibunuh oleh Portugis.

Pembunuhan Sultan Khaerun menyulut kemarahan rakyat Ternate, pemberontakan terjadi dipimpin oleh putra sulung Sultan Khairun, Baabullah. Sultan Baabullah menyerukan perang suci terhadap Portugis, ternyata Ternate banyak mendapat dukungan dari kerajaan-kerajaan lainnya termasuk Tidore. Perang akhirnya dimenangkan oleh rakyat dapat mengusir Portugis dari bumi Ternate tahun 1575, akhirnya Portugis menyingkir ke Timor Timur.

Minggu, 14 Agustus 2016

PERKEMBANGAN MASYARAKAT , KEBUDAYAAN , DAN PEMERINTAHAN PADA MASA ISLAM DI INDONESIA



Pada akhir abad ke-16, Islam telah melampaui jumlah penganut Hindu dan Budha sebagai agama yang dominan pada kehidupan masyarakat di Jawa dan Sumatera  saat itu. Sementara Bali tetap mempertahankan kepercayaan terhadap agama Hindu, dan pulau-pulau yang berada di wilayah Indonesia timur sebagian besar tetap menganut animisme sampai abad 17 dan 18 ketika agama Kristen menjadi dominan di daerah tersebut.

Islam sangat berpengaruh di kehidupan masyarakat Indonesia , kebudayaan islam terus berkembang sampai saat ini . Pengaruh kebudayaan islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain pada bidang - bidang berikut :

1. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa islam di bidang politik 

Kerajaan - kerjaan yang bercorak Hindu - Budha sudah berkembang terlebih dahulu sebelum islam masuk ke Indonesia . Tetapi setelah islam datang ke Indonesia kerjaan Hindu - Budha mulai mengalami keruntuhan dan perannya di gantikan oleh kerjaan - kerajaan yang bercorak islam , seperti Samudra Pasai , Demak , Malaka dan lainnya .

Sistem pemerintahan yang bercorak islam , rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperi halnya para wali .
Jika raja - rajanya meninggal di makam secara islam tidak di makamkan di dalam candi .

2. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa islam di bidang sosial 

Di dalam kebudayaan Hindu di kenal dengan pembagian kasta namun dalam islam hal itu tidak di pergunakan karena di mata Alloh manusia itu sama . Karena hal ini islam mulai memberikan pengaruh yang baik dan berkembang pesat menjadi sebuah mayoritas dan menyebabkan aturan - aturan kasta mulai memudar dalam kehidupan sosial masyarakat .

Nama - nama yang berbau Arab pun mulai di gunakan seperti Muhammad , Abdulloh , Rezeky , Ibrahim , Hasan , Hamzah . Begitu pula pada sistem penanggalan . Jika sebelumnya masyarakat indonesia mengenal penanggalan Saka ( kalender Hindu ) yang di mulai sejak tahun 78 M . Dalam kalender saka ini terdapat nama - nama pasaran hari seperti paing , legi , kliwon , wage , dan pon . Namun setelah islam berkembang , Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa dengan menggunakan perhitungan bulan  (Komariah) seperti tahun Hijiriah (Islam) .

3. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa islam di bidang pendidikan 

Pendidikan islam mulai berkembang di pesantren - pesantren . Sebenar pesantren sudah ada sebelum islam datang ke Indonesia yang pada saat itu pesantren menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu namun setelah islam datang mata pelajaran dan proses pendidikan berubah menjadi pendidikan islam.

Pesantren adalah sebuah asrama tradisional pendidikan islam  . Siswa tinggal bersama -sama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang di sebut kyai . Asrama siswa berada di kompleks pesantren dan kyai juga tinggal di dalam kompleks pesantren .

4. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa islam di bidang sastra dan bahasa 

Persebaran bahasa Arab lebih cepat dari pada bahasa sansekerta karena dalam islam tidak ada sistem kasta , jadi semua orang bisa belajar bahsa Arab mulai dari raja hingga rakyat biasa . Memang pada awalnya hanya kaum bangsawan yang pandai menulis dan membaca bahasa Arab , namun selanjutnya rakyat kecilpun mampu membaca huruf arab .

Penggunaan huruf Arab pertama kali di temukan pada batu nisan di daerah Gersik , yang di duga makam dari bangsawan Majapahit yang telah masuk islam . Dalam perkembangannya pengaruh hurf dan bahasa arab terlihat pada karya sastra . Bentuk - bentuk karya sastra yang berkembang saat masa kerajaan - kerajaan islam antara lain : Hikayat , Babad , Suluk , dan Syair .

5.  Kehidupan masyarakat indonesia pada masa islam di bidang kesenian dan arsitektur 

Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam seni arsitektur seperti masjid - masjid dan istana . Terdapat perbedaan pada bangunan masjid - masjid saat awal mula islam datng di indonesia dengan masjid yang ada di Timur Tengah .

Masjid di Indonesia tidak menggunakan kubah di atasnya melainkan digantikan dengan atap tumpang atau atap susun . Jumlah atap yang digunakan selalu ganjil , tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan bangunan Hindu . Contohnya masjid Demak , dan masjid Banten .

Selain mengenalkan arsitektur islam juga mengenalkan seni Kaligrafi . Kaligrafi adalah seni melukis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat . Kaligrafi ada yang berbentuk hewan dan manusia ( hanya siluetnya) , ada pula yang berbentuk aksara yang di perindah . Teks - teks dari dalam Al-qur'an merupakan tema yang sering di tuangkan dalam seni kaligrafi .

Kamis, 11 Agustus 2016

PERANAN PARA PEDAGANG DAN ULAMA DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Hubungan para pedagang Indonesia dengan para pedagang muslim Arab, Persia dan Gujarat mempunyai peranan besar dalam menyebarkan agama Islam, terutama yang berdiam di pesisir pantai atau di sekitar pelabuhan .

1. Peran pedagang dalam proses perkembangan islam di Indonesia 

Proses perkembangan islam di Indonesia sejalan dengan pelayaran dan perdagangan .
Agama islam pada awalnya masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan yang di lakukan oleh pedagang - pedagang dari Gujarat ( India ) . Para pedagang ini singgah sementara waktu dan sambil menunggu watktu yang tepat untuk melanjutkan pelayarannya  .

Sementara, pelayaran waktu itu sangat dipengaruhi oleh arah angin, mereka telah memanfaatkan arah angin musim barat dan angin musim timur yang berganti arah setiap setengah tahun sekali. Oleh karena itu, para pedagang sambil menunggu arah angin yang sesuai dengan tujuan mereka bergaul dengan masyarakat setempat, sehingga terjadilah pergaulan antara pedagang asing dengan penduduk setempat.

Nah di kesempatan itulah para pedagang dari Gujarat , Arab dan Persia untuk menyebarkan agama islam di kota - kota dekat pelabuhan . Di kota - kota pelabuhan para pedagang muslim menyebarkan agama islam kesesama pedagang baik pedagang asing maupun pedagang pribumi .

Selain itu agama islam juga di sebarkan  kepada para raja, adipati, dan bangsawan sebagai penguasa pelabuhan. Dengan banyaknya raja, adipati, dan para bangsawan, daerah pesisir yang masuk Islam, maka rakyat di daerah tersebut juga banyak yang memeluk Islam. Dengan demikian proses penyebaran Islam pada awalnya di Indonesia adalah melalui kegiatan perdagangan.

2. Peran ulama dalam penyebaran agama islam di Indonesia 

Ulama adalah orang yang ahli dalam pengetahuan agama islam , ia merupakan tokoh yang sangat berperan dalam menyampaikan seruan - seruan isalam kepada siapapun.

Peranan para ulama dalam proses awal penyebaran Islam di Indonesia sangat besar. Para ulama sangat aktif menyebarkan agama Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Selain mempunyai peranan sangat besar dalam bidang agama, mereka juga mempunyai peranan di bidang sosial budaya maupun politik. Ulama dari Jawa yang berperan dalam proses penyebaran Islam disebut dengan Wali sanga (wali yang berjumlah sembilan), yang memusatkan kegiatannya di Kota Demak.

Dan berikut adalah nama - nama walisanga beserta dengan perjuangannya menyebarkan islam di Indonesia :

1. Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gersik )

Beliau tinggal di daerah Gresik, sehingga diberi gelar Sunan Gresik. Sunan Gresik diyakini sebagai pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. la berdakwah secara intensif dan bijaksana. Sunan Gresik bukan orang Jawa, namun ia mampu mengantisipasi keadaan masyarakat yang dihadapinya dan menerapkan metode dakwah yang tepat untuk menarik simpati masyarakat terhadap Islam. Upaya menghilangkan sistem kasta dalam masyarakat pada masa itu menjadi objek dakwah Sunan Gresik .

Beliau datang di Jawa Timur tahun 1379 M dan wafat tahun 1419, dimakamkan di Gresik .

2. Sunan Ampel 

Sunan ampel pada saat kecil mempunyai nama Raden Rahmat , berasal dari Campa . Sunan Ampel memulai aktivitasnya dengan mendirikan pesantren di Ampel Denta (dekat Surabaya). Dengan kegiatan itu ia dikenal sebagai pembina pondok pesantren pertama di Jawa Timur. Sunan Ampel adalah seorang wali yang tidak setuju terhadap adat istiadat masyarakat Jawa pada masa itu, seperti kebiasaan mengadakan sesaji dan selamatan. perkembangan ilmu ketuhanan, keimanan, dan tasawuf.

3. Sunan Bonang 

Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel , nama kecil Sunan Bonang adalah Makdum Ibrahim .  Beliau tinggal di Desa Bonang, Tuban. Sunan Bonang dalam menyebarkan agama Islam selalu menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan masyarakat Jawa yang menggemari wayang dan musik gamelan.

Untuk itu ia menciptakan gending-gending yang memiliki nilai keislaman. Setiap bait lagu diselingi dengan ucapan dua kalimat syahadat (syahadatain), sehingga musik gamelan yang mengiringinya kini dikenal dengan istilah ‘sekaten’.

4. Sunan Giri 

Nama kecil Raden Paku, daerah penyebarannya di Jawa Timur dan di luar Jawa (Madura, Ternate, dan Tidore). Beliau dikenal sebagai ahli pendidik yang berjiwa demokrasi dengan media lagu anak-anak bertema Islam. Lagu hasil karyanya adalah ilir-ilir, Jamuran, dan Cublak-cublak Suweng, serta pencipta gending Asmaradhana dan Pocung.

5. Sunan Drajat 

Sunana Drajat adalah putra dari Sunan Ampel , nama kecil sunan Drajat adalah Syarifudin . Beliau tinggal di Drajat , sedayu . Hal yang paling menonjol dalam dakwah Sunan Drajat adalah perhatiannya yang sangat serius pada masalah sosial. Ia banyak membantu yatim piatu, fakir miskin, orang sakit, dan orang sengsara. Sunan Drajat juga menggunakan media kesenian dalam berdakwah. Untuk itu ia menciptakan tembang Jawa (tembang pangkur) yang hingga kini masih digemari.

6. Sunan Gunung jati 

Nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah. Beliau  menyebarkan Islam di daerah Jawa Barat. dan tinggal di Gunung Jati, Cirebon. la juga merupakan pendiri dinasti Kesultanan Banten yang dimulai dari putranya, Sultan Maulana Hasanuddin. Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, dilakukanlah penyerangan ke Sunda Kelapa pada 1527 di bawah pimpinan Fatahillah, panglima perang Kesultanan Demak.

7. Sunan Kali Jaga 

Sunan kalijaga bertugas menyebarkan agama Islam di daerah Demak dan sekitarnya. Sunan Kalijaga adalah wali yang sangat terkenal karena menyebarkan agama Islam melalui seni wayang kulit. Caranya dengan mengadakan pertunjukkan, sambil diisi dakwah. Nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Mas Said.

8.  Sunan Kudus

Nama kecil Sunan Kudus adalah  Ja’far Shodiq, beliau terkenal sebagai wali yang pandai ilmu Tauhid, Usul fiqih, Hadis, dan sastra, makanya beliau mendapat gelar Walliyyulilmi. Karyanya yang terkenal adalah gending Maskumambang dan Mijil. Menara Masjid Kudus yang mirip candi adalah hasil peninggalannya.

9. Sunan Muria 

Sunan Muria memiliki nama asli yaitu Umar Said . Beliau tinggal di kaki Gunung Muria. Nama asli Sunan Muria adalah Raden Said atau Raden Prawoto. la adalah putra Sunan Kalijaga. Sunan Muria menggunakan kesenian sebagai sarana berdakwah. Dua tembang yang diciptakannya dan sangat terkenal adalah sinom dan kinanti.

Selain di lakukan oleh para wali sanga islam di sebarkan oleh ulama seperti Sunan Bayat , Syekh Betong , Sunan Sendang Duwur dan lain - lain . Di luar jawa penyebarab islam di lakukan oleh :

1. Dato’ri Bandang, ulama di daerah Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan.
2. Dato’ Sulaiman, ulama di Sulawesi Tengah dan Utara.
3. Tuan Tunggang Parang , ulama dari Kalimantan Timur .
4. Penghulu Demak , ulama dari Banjar ( Kalimantan Selatan )

Senin, 08 Agustus 2016

PROSES AWAL MULA ISLAM MASUK KE INDONESIA




Indonesia adalah negara yang mayaoritas penduduknya beragama islam . Penduduk Indonesia yang menganut agama islam sekitar 85,2 % dari seluruh penduduk Indonesia . Masuk dan berkembangnya islam di Indonesia hingga pada saat ini tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang sangat panjang .
Berikut adalah penjelasan masuknya islam ke Indonesia .

Sejarah masuknya islam ke Indononeisa

Terdapat beberapa teori dan pendapat yang menyatakan kapan islam datang dan mempengaruhi bangsa Indonesia . Pendapat - pendapat tersebut bukan hanya di dasarkan oleh bukti - bukti yang telah di temukan melainkan juga berasal dari catatan - catatan sejarah yang dibuat oleh bangsa lain pada masa lampau .

a. Masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke - 7 Masehi

Pendapat ini didasarkan pada berita yang di peroleh dari pedagang Arab yang telah menjalin hubungan perdagangan dengan Indonesia pada  perkembangan kerajaan Sriwijaya pada abad ke - 7 .
Dalam pendapat itu di sebutkan bahwa wilayah Indonesia yang menerima pengaruh Islam adalah daerah pantai Sumatra utara atau wilayah samudra pasai . Dari Samudra pasai melalui jalur perdagangan agama islam menyebar ke Malaka san selanjutnya ke pulau Jawa .

Masuknya islam ke pulau Jawa pada abad ke -7 di dasarkan berita dari Cina pada pemerintahan Dinasti Tang  . Berita itu menytakan tentang adanya orang - orang Ta'shih ( Arab dan Persia ) yang menurungkkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan ratu Sima .

b. Masuknya islam ke Indonesia pada abad ke-11 Masehi  

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa islam masuk ke Indonesia sejak abad ke - 11 masehi , hal ini di buktikan dengan di temukanya batu nisan fatimah binti Maimun yang berada di dekat Gersik Jawa Timur .
batu nisan ini berangka 1028 masehi .

c. Masuknya islam ke Indonesia pada abad ke-13 masehi 

Berdasarkan berita dari Marcopollo pada tahun 1292 dan cerita dari Ibnu batutah yang mengunjungi kerajan Samudra Pasai pada abad ke- 14 maka di perkirakan islam sudah masuk ke Indonesia pada abad ke - 13 .
Selain itu terdapat batu nisan Malik l Saleh yang meninggal pada tahun 1297 juga memperkuat bukti - bukti bahwa pada saat itu sudah terdapat kerajaan islam di Indonesia .

Sejarah perkembangan islam di Indonesia 

Penyebaran agama islam di Indonesia di lakukan oleh pedagang dari Arab dan di bantu pedagang dari Persia dan India . Pada abad ke-7 Masehi masih merupakan awal mula islam datang ke Indonesia . Pada masa ini masih sedikit masyarakat yang mau menganut islam karena pada saat itu kekuasaan masih di duduki raja - raja Hindu-Budha .

Sejarah masuknya islam ke Indonesia berlangsung lama dari abad ke - 7 sampai ke abad ke - 13 Masehi selama itu pedagang dari Gujarat , Arab , dan persia masih insentif menyebarkan islam di daerah yang mereka kunjungi . Selain itu pedagan Indonesia yang sudah masuk agama islam juga membantu prose menyebarkan agama islam .

Menjelang akhir abad ke - 13 sekitar tahun 1285 berdiri kerjaan islam pertama di Indonesia yaitu kerajaan Samudra pasai . Malaka yang menjadi pusat perdagangan dan juga sebagai pusat penyebaran islam berkembang juga menjadi kerajaan baru yang bernama Kesultanan Malaka .

Pada awal abad ke-15 kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan bahkan keruntuhan , banyak daerah kekuasaan yang melepaskan diri . Dan pada tahun 1500 berdirilah kerajaan Demak yang merupakan kerjaan islam pertama di pulau Jawa . Setelah itu di susul dengan berdiri kerjaan Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten . Selain itu banyak pula kerajaan - kerajaan di luar pulau jawa yang bercorak islam .

Melalui kerajaan - kerjaan bercorak isalam itulah , agama islam berkembang pesat dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia .

Saluran penyebaran agama islam di Indonesia 

Proses masuk dan berkembangnya islam di Indonesia berjalan secara damai melalui beberapa saluran sebagai berikut :

a. Saluran perdagangan 

Proses agama islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di pelabuhan - pelabuhan dan membentuk perkampungan muslim misalnya Pekojan .Saluran ini merupakan saluran yang dipilih sejak awal sejarah masuknya islam ke Indonesia.

b. Saluran perkawinan 

Proses penyebaran agama islam di lakukan dengan cara seseorang yang telah menganut agam islam menikah dengan seseorang yang belum masuk agama islam . Sehingga akhirnya pasangannya pun masuk agama islam.

c. Saluran dakwah 

Proses penyebarab agama islam di lakukan dengan cara memberi penerangan seperti yang di lakukan oleh wali sango dan ula - ulama lainnya .

d. Saluran tasawuf 

Proses penyebaran agama islam di lakukan dengan cara menyesuaikan pola pikir masayrakat Indonesia yang masih di pengaruhi pada ajaran Hindu - Budha .

e. Saluran seni budaya 

Proses penyebaran agama islam dilakukan dengan cara menggunakan media - media seni budaya seperti pagelaran wayang kulit yang di lakukan oleh sunana kali jaga pada upacara sakaten dan seni sastra .

f. Saluran pendidikan

Proses penyebaran agama isalm di lakukan dengan cara mendirikan pesantren- pesantren yang di selenggarakan oleh guru - guru agama , ulama - ulama .Pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama islam karena pembinaan guru - guru agama dan nantinya akan membantu menyebarkan agama islam .

Alasan agama islam mudah di terima oleh masyarakat indonesia pada saat itu adalah:

1. Syarat masuk islam sangat mudah , karena jika seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat maka orang tersebut sudah di anggap masuk islam .

2. Pelaksanaan biaya sederhana , dan biayanya murah .

3. Di dalam agama islam tidak terdapat pembagian kasta sehingga banyak masyarakat yang masuk islam karena ingin memperoleh derajat yang sama .

4. Aturan - aturan di dalam islam bersifat fleksibel dan tidak ada paksaan .

5. Agama islam masuk dari Gujarat , India mendapat penagaruh dari Hindu dan tasawuf sehingga mudah di pahami .

6. Penyebaran islam di Indonesia di lakukan secara aman dan damai , tidak ada kekerasan dan si sesuaikan dengan kondisi dan budaya yang ada di Indonesia .

7. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada abad ke-15 membuat penyebaran islam di Indonesia semakin mudah karena tidak ada pengaruh dari raja - raja yang beragama Hindu .

Senin, 01 Agustus 2016

PERKEMBANGAN MASYARAKAT PADA ZAMAN PRAAKSARA

Pra aksara berasal dari kata Pra yang berarti sebelum dan aksara berarti tulisan jadi masa praaksara adalah di mana manusia belum mengenal tulisan . Perkembangan masyarakat purba pada zaman praakasara dapat dilihat dari cara mereka memenuhi kebutuhan pokok dan alat - alat yang di buat untuk digunakannya .
Seorang sejarawan yang bernama Sartono Kartodirdjo Nugroho Notosusanto membagi zaman praaksara menjadi empat tahapan yaitu :

1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan 

Pada zaman Paleolithikum kira - kira 2 juta tahun yang lalu manusia purba hidup secara berpindah - pindah dari tempat satu ketempat lain ( nomaden ). Mereka berpindah - pindah tempat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka . Pada masa ini kehidupan manusia hanya terpusat upaya memepertahankan diri di tengah - tengah alam yang penuh dengan tantangan dengan kemampuan yang masih sangat terbatas . Mereka berburu hewan liar dan mengumpulkan bahan-bahan makanan dari tumbuhan .

Untuk berburu dan mengumpulkan makanan mereka mengunakan alat - alat yang sederhana dan apa adanya yang berada di sekitar mereka . Ada beberapa alat - alat dari batu yang di temukan di wilayah Indonesia , seperti kapak Perimbas , kapak Penatah , dan kapak Genggam . Batu - batu serpih yang terbuat dari pecahan batu digunakan sebagai alat pemotong juga sebagai mata panah dan sebagai tombak .Alat - alat dari batu banyak ditemukan di daerah Pacitan dan Saringan Jawa Timur .

Alat - alat dari tulang juga ditemukan di daerah Ngandong , Jawa Timur . Jenis manusia yang hidup pada zaman mengumpulkan makanan dan berburu adalah Meganthropus Palaejavanicus , Pithecanthropus Mojokertensis , Pithecanthropus Erektus , Homo Soloensis , dan Homo Wajakensis .

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tersebut berlanjut pada zaman Mesolithikum . Kehidupan seminomaden yaitu kehidupan yang sudah menetap tetapi masih ada yang berpindah - pindah . Mereka memilih gua , tepi pantai , atau tepi sungai sebagai tempat tinggal . Masa Mesolitihikum berlangsung kurang lebih selama 20.000 tahun yang lalu .

2. Masa bercocok tanam dan bercocok tanam

Perubahan dari masa berburu ke masa bercocok tanam membutuhkan waktu yang sangat panjang karena tingkat kesulitan yang sangat tinggi . Manusia purba Indonesia sudah memasuki masa bercocok tanam sekitar 4.000 tahun sebelum masehi hal ini terbukti dengan ditemukanya gambar tanaman padi di Gua Ulu ( Leang ) Sulawesi Selatan .

Dalam hal kepercayaan mereka melakukan pemujaan kepada arwah nenek moyang ( anisme ) yang dianggap sangat mempengaruhi kehidupan mereka dan mempercayai kepada benda - benda alam yang memiliki kekuatan ( Dinamisme ) .

Manusia purba pada masa bercocok tanam sudah dapat menciptakan alat - alat sederhana untuk menunjang kegiatan bercocok tanam. Teknik pembuatan alat - alat lebih maju , kapak yang di buat lebih halus , di asah ( diumpam ) seperti kapak persegi dan kapak beliung persegi .

Kapak di buat dari batu yang berbentuk persegi kapak ini berfungsi untuk menggarap lahan . Sedangkan kapak lonjong yang terbuat dari batu kali berfungsi sebagai pacul atau sebagai kapak biasa , kapak yang terbuat dari batu kali berwarna kehitam - hitaman . Tradisi bercocok tanam berlangsung hingga zaman logam dan megalithikum dan menyebar keseluruh wilayah Indonesia .

3. Masa megalithikum

 Istilah megalithikum berasal dari Yunani yaitu Mega yang berarti besar , lithos = batu jadi megalithikum dapat di artikan kebudayaan batu yang besar . Pada masa bercocok tanam kepercayaan masyarakat ini di buktikan dengan di temukanya bangunan  batu - batu besar atau disebut megalithikum . Megalithikum diperkirakan sudah berlangsung sejak zaman bercocok tanam dan perundagian .

Bangunan megalithikum didirikan untuk kepentingan seluruh masyarakat yang membangunnya . Bangunan ini didirikan untuk pemujaan dan penghormatan nenek moyang . Bangunan megalithikum banyak yang tersebar di seluruh Indonesia ada yang di bangun secara berkelompok dan ada yang di bangun berdiri sendiri .

Bangunan - bangunan batu pada masa megalithkum adalah sebagai berikut :

1. Menhir
2. Dolmen
3. Sarkopagus atau keranda
4. Kuburan batu
5. Punden yang berundak - undak
6. Waruga
7. Arca

Kehidupan menetap yang telah dijalani menimbulkan ikatan - ikatan manusia dengan alamsemesta  .
Oleh karena itu nenek moyang kita mempunyai kepercayaan yang berkaitan dengan alam sekitarnya .

4. Masa zaman logam 

Zaman logam adalah zaman dimana manusia sudah mengenal teknologi pertukangan secara sederhana .
Pada masa ini manusia mulai mengenal logam , besi dan perunggu . Tempat pengolahan logam di sebut perundagian dan orang yang ahli mengerjakan petukangan logam di sebut undangi . Jadi zaman logam juga bisa di sebut sebagai zaman perundagian .

Di Indonesia logam yang digunakan adalah besi dan perunggu . Maka muncul derah - daerah yang memproduksi barang yang kemudian di tukarkan dengan kebutuhan laiinya sehingga terjadilah barter .
Kebutuhan barang semakin meningkat dan memunculkan daerah konsumen sehingga terjadi perdagangan anatar daerah . Kebudayaan logam terus berkembang hingga munculnya kerajan - kerajaan di Indonesia .

Benda - benda yang dihasilkan dari bahan perunggu adalah sebagai berikut :

1. Nekara
2. Kapak corong
3. bejana perunggu
4. Arca - arca perunggu
5. Perhiasan .

Jumat, 29 Juli 2016

JENIS - JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA BESERTA CIRI - CIRINYA

Manusia purba adalah manusia yang hidup pada masa prasejarah . Manusia purba memiliki jenis - jenis dan memiliki ciri - ciri masing - masing . Dari ciri - ciri manusia purba tersebut dapat kita temukan jenis apa manusia purba yang di temukan . Fosil - fosil manusia purba banyak di temukan di Indonesia yaitu sejak jutaan tahun yang lalu terutama di pulau Jawa . Ada beberapa jenis manusia purba yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :

a. Meganthropus Paleojavanicus 

Meganthropus berasal dari dua suku kata yaitu Megas yang berarti besar/raksasa dan athropus berarti manusia jadi Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia besar dari jawa . Meganthropus paleojavanicus memilik rahang yang sangat kuat dan badan yang tegap .
Mereka hidup di perkiakan dengan cara mengumpulkan bahan makanan terutama tumbuh-tumbuhan . Meganthropus di perkirakan hidup 2 hingga 1 juta tahun yang lalu sejak penelitian .

Ciri - ciri Meganthropus Paleojavanicus 

1. Memiliki tulang pipi yang tebal
2. Memiliki otot kunyah yang kuat
3. Memiliki tonjolan kening yang mencolok
4. Memiliki tonjolan belakang yang tajam
5. Tidak mempunyai dagu
6. Mempunyai perawakan yang tetap
7. Memakan tumbuh - tumbuhan .

Fosil Meganthropus adalah fosil manusia purba yang tertua yang ditemuakan di Indonesia . Penemu fosil Meganthropus adalah Van Koenigswald beliau menemukan fosil yang berupa rahang atas yang giginya lepas dan rahang bawah .

b. Pithecanthropus ( Manusia kera berjalan )

Pithecanthropus adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia .Dengan cara stratigrafi di ketahui bahwa fosil tersebut ditemukan pada lapisan pucangan dan kabuh . Berdasarkan umur lapisan tanah umur Pithencanthropus memiliki umur yang bervareasi mulai dari 3.000 - 2 juta tahun yang lalu .


Pithecantrhopus memiliki ciri - ciri sebagai berikut :

1. Tinggi tubuhnya kira - kira 165 - 180 cm
2. Badan tegap tetapi tidak setegap Meganthropus
3. Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis
4. Hidung lebar dan tidak berdagu
5. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus
6. Makanan bervariasi berupa tumbuhan dan daging hasil buruan .

Jenis - jenis Pithecantrhopus :

1. Pithencantrhopus Mojokertoensis ( Manusia Kera dari Mojokerto )

Pithencanthorpus Mojokertoensis di temukan di  dekat Mojokerto Jawa Timur yang menemukan adalah Van Koenigswald dan Duefjes pada tahun 1936 . Bentuk temuannya berupa temgkorak manusia berusia 6 tahun kemudian setelah diteliti ternyata diperkirakan berumur 1,9 tahun .

2. Pithencantrhopus Erektus ( Manusia Kera berjalan tegak )

Fosil Pithencantrhopus erektus di temukan oleh Eugene Dobois di desa Trinil ,Ngawi Jawa Timur pada tahun 1980 .Temuannya berupa tulang rahang bagian atas tengkorak , geraham dan tulang kaki , tubuh Pithencantrhopus lebih maju . 

3. Pithencantrhopus Soloensis ( Manusia Kera dari Solo )

Fosil Pithencantrhopus Soloensis di temukan oleh Van Koenigswald dan Oppennorth di dareah Ngandong dan Saringan di tepi sungai Bengawan Solo pada tahun 1931 - 1933 . Fosil yang di temukan berupa tulang kering dan tenggkorak .

Untuk mendapatkan makanan Pithencantrhopus menggunakan alat - alat dari batu dan kayu yang telah di pungutnya .  Meskipun sudah menggunakan alat - alat berupa batu dan kayu tidak ditemukan adanya tanda - tanda jika makanan Pithencantrhopus sudah di olah dan di masak terlebih dahulu sebelum di makan .

Beberapa contoh alat - alat dari batu Pithencanthropus adalah kapak genggam , kapak perimbas , kapak penetak , pahat , genggam , dan alat - alat serpih , alat - alat ini banyak di temukan di daerah Pacitan .

c. Homo ( Manusia )

 Homo adalah manusia purba yang umurnya lebih muda dari pada manusia purba lainnya . Homo juga di sebut dengan Homo Erecktus ( Manusia berdir tegak ) dan Homo Sapiens ( Manusia cerdas atau Bijaksana). Dengan cara stratigrafi Homo sapiens ditemukan pada lapisan Natoturpo . Berdasarkan umur lapisan tanah umur Homo bervareasi kira-kira mulai dari 25.000 - 40.000 tahun .

Ciri - ciri Homo :

1. Tinggi tubuh sekitar 130 - 210 cm 
2. Otaknya lebih berkembang dibandingkan dengan Meganthropus dan Pithencantrhopus
3. Otot kunyah , gigi , dan rahang sudah menyusut
4. Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah memiliki dagu
5. Mempunyai ciri - ciri ras Mongoloid dan Astramelanosoid
6. Kebutuhan makanan sudah di hasilkan sendiri

Jenis - Jenis Homo : 

 a. Homo Wajakensis 

Homo wajakensis di temukan di Wajak , Tulung Agung Jawa Timur pada tahun 1889 . Wajakensis sendiri di perkirakan yang menjadi nenek moyang dari ras Austroloid yang merupakan penduduk asli dari manusia purba . Manusia ini sudah mampu membuat alat dari batu maupun tulang dan sudah mengenal cara memasak makanan .

b. Homo Soloensis 

Fosil Homo soloensis di temukan di desa Ngandong Lebah , Bengawan Solo yang ditemukan oleh Von Koenigswald dan Wedenreich pada tahun 1931 - 1934 . Fosil yang di temukan berupa tengkorak . Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai macam alat yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melindungi diri dari berbagai ancaman. 

PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAN KERAJAAN - KERAJAAN PADA MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA

 

a. Berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia 

Masuknya Hindu-Budha ke Indonesia membawa pengaruh yang besar dan menyebabkan kebudayaan di Indonesia mengalami berbagai perubahan dalam beberapa aspek kehidupan .

1. Bidang agama 

Bangsa Indonesia pada awalnya menganut sistem anisme dan dinamisme tetapi setelah agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia masyarakat Indonesia menjadi menganut agama Hindu atau Budha .

2. Bidang politik atau pemerintahan 

Pada saat Hindu-Budha belum masuk ke Indonesia sistem pemerintahannya hanya kepala suku .
Namun setelah Hindu-Budha memasuki Indonesia maka bangsa kita mulai mengenal sistem pemerintahan yang teratur dalam bentuk kerajaan . Dan kepala pemerintahaannya di sebut sebagai seorang raja .

 3. Bidang filsafat 

Dengan adanya pengaruh dari cerita ramayana dan mahabarata dapat memeberikan pengaruh pada masyarakat bangsa kita bahwa sebuah kejahatan akhirnya dapat dikalahkan dengan kebajikan atau kebaikan .

4. Bidang kebudayaan atau kesenian 

Seni arsitektur yang ada di Indonesia banyak peninggalan - peninggalan candi sama seperti yang ada di India , Seni sastra , dengan di kenlakanya tulisan dan bahasa membawa pengaruh yang positif bagi perkembangan sastra di Indonesia .

b. Berkembangnya kerajaan - kerajaan yang bercorak Hindu-Budha 

1. Kerajaan Kutai 

Kerajaan kutai adalah kerajaan yang tertua yang ada di Indonesia yang terletak di Kalimantan Timur di tepi sungai mahakam . Sumber sejarah kerajaan Kutai adalah prasasti yang dipahatkan pada tiang batu sebagai peringatan korban yang didebut Yupa. Ada sebanyak 7 buah Yupa berhuruf Pallawa  dan berbahasa Sansekerta .

Dari parasasti tersebut dapat di simpulkan bahwa kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-5 M dan kerajaan Kutai diperintah oleh raja Kudungga yang mempunyai anak bernama Aswawarman . Aswawarman memiliki 3 orang anak yang terkenal adalah Mulawarman . Mulawarman menjadi seorang raja yang terbesar dan sangat mulia . Kerajaan Kutai menganut agama Hindu-Syiwa .

 2. Kerajaan Tarumanegara 

Kerajaan Tarumanegara terletak di tepi sungai Citarum , Bogor Jawa Barat . Prasasti yang ditemukan semua berhuruf pallawa dan berbahasa sansekerta . Prasasti - prasasti tersebut adalah prasasti tugu , prasasti lebak , prasasti pasir awi ,prasasti jambu , prasasti muara ciaruten , dan prasati kebon kopi .

Dari semua prasati tersebut di katakan bahwa raja yang memerrintah kerajaan Tarumanegara adalah raja Purnawarman . Raja Purnawarman adalah raja yang sangat bijaksana dan memperhatikan rakyatnya . Sumber bukti kerajaan Tarumanegara lainnya adalah dari catatan Fa-Hien (414M) yang mengatakan bahwa terdapatnya negara Yeo-Pa-Ti ( Jawa ) dan dari catatan dinasti Tang dan Sung yang menyebutkan bahwa kerajaan Tomolo ( Tarumanegara ) pernah mengirimkan utusan ke Cina.

3. Kerajaan Kalingga atau Holing 

Kerajaan Kalingga di perkirakan terletak di sekitar Jawa Tengah sebelah Utara Gunung Muria . Menurut catatan Cina bahwa pada tahun ke-7 M telah berdiri kerajaan Kalingga yang pernah mengirimkan utusan ke Cina . Sedangkan menurut I-Tsing (644) disebutkan bahwa pendetadari Cina Hwi-Ning ( Hui-Ning ) mengunjungi kerajaan Kalingga dan berusaha menterjemahkan kitab Budha Hinaya yang di bantu oleh pendeta yang bernama jnanabadra ( berarti sebagian masyarakat telah beragama Budha ) .

Pada saat itu kerajaan di perintah oleh Raja Putri " Ratu Sima " yang adil , bijaksana , dan keras , beliau beragama Hindu Syiwa .

4.  Kerajaan Sriwijaya 

Kerajaan Sriwijaya terletak di Palembang Sumatra Selatan , kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 .
Wilayah kerajaan Sriwijaya sangat luas meliputi beberapa daerah wilayah di Nusantara maka kerajaan Sriwijaya merupakan " Negara nasional yang pertama " . Puncak kejayaan kerjaan Sriwijaya terjadi pada saat pemerintahan raja Bala Putra Dewa .

Sumber sejarah kerajaan Sriwijaya dapat dilihat dari prasasti - prasasti sebagai berikut :

a. Prasasti kedudukan bukit , Talang tuo , Kedudukan batu terdapat di Palembang .
b. Prasasti kota kapur terdapat di pulau bangka
c. Prasasti karang birahi terdapat di Jambi .
d. Prasasti Palas Pasemah , Lampung Selatan
e. Prasati linggor , Semenanjung Malaka
f. Prasasti Nalanda ( India )

Semua prasasti tersebut bertuliskan huruf pallawa . Selain dari prasasti - prasasti tersebut terdapat berita dari cina yang menunjukan sejarah kerajaan Sriwijaya . Berita tersebut berisikan " musafir Cina yang bernama I-Tsing perbah singgah di Sriwijaya selama 6 bulan dalam perjalanan dari Kanton ( Cina ) menuju ke India dan setelah kembali dari India dia singgah di Sriwijaya selama 4 tahun .

Raja - raja yang pernah memerintah kerajaan Sriwijaya adalah :
1. Raja Dapunta Hyang . Raja Dapunta Hyang adalah pendiri kerajaan Sriwijaya .
2. Raja Bala Putra Dewa
3. Sanggrama Tungga WijayaTunggawarman .

Kerajaan Sriwijaya berakhir karena di serang oleh raja Rajendra Cola dari kerajaan Colamandala ( India ) pada tahun 1025 dan raja Kertanegara dari Singosari pada tahun 1275 dan yang terakhir kerajaan Sriwijaya di serang oleh angkatan laut Majapahit pada tahun 1377 .

 5. Kerajaan Bali 

Kerajaan Bali merupakan kerajaan yang beragama Hindu yang di pimpin oleh Wangsa Warmadewa .
Raja - raja yang terkenal dari Wangsa Warmadewa adalah Sri Candra Bhayasingka Wamardewa , Uduyana , Anak Wungsu ( 1049 - 1077 ) . Raja - raja setelah Wangsa Warmadewa adalah Sri Jaya sakti dan Jayapangus .


6. Kerajaan Kediri 

Dalam perang saudara antara Jenggala dan Kediri dan akhirnya yang di menangkan oleh Kediri dan kerajaan dapat di persatukan kembali . Wilayah kerajaan Kediri meliputi :Kediri , Madiun , dan bagian Medang Kamulan , ibu kota terletak di Daha .

Sumber kerajaan Kediri dapat di lihat dari Prasasti sirah keting , Prasasti di tulung agung dan kertosonso , Prasasti Ngantang , Prasasti jaring , Prasasti kamulan .Dan berita dari cina Kroink Chu Fan Chi yang di karang oleh Jua Kua .

Raja - raja yan memerintah Kediri :
1. Raja Jaya Warsa
2. Bameswara
3. Jaya baya
4. Sarweswara
5. Aryeswara
6. Gandra
7. Kameswara
8. Kertajaya

6. Kerajaan Singasari 

Kerajaan Singasari terletak di sebelah Utara Malang Jawa Timur . Kerajaan Singasari di dirikan oleh Ken Arok setelah dapat mengalahkan Kertajaya dari Kediri tahun 1222 M. Sumber sejarah kerajaan Singosari dapat dilihat di kitab Pararaton , kitab , kitab Negara kertayama , prasasti Balawi , prasasti Maribong , prasasti Kusmala , prasasti mula malarung .

7. Kerajaan Majapahit 

Kerajaan Majapahit terletak di desa tarik Mojokerto , Jawa timur . Kerajaan Majapahit didirikan oleh raden Wijaya . Pada masa pemerintahan tri buwana tungga dewi diangkat seorang maha patih bernama Gajah Mada . Pengganti pemerintahan ini adalah raja Hayam Wuruk yang di bantu oleh patih Gajah Mada dengan sumpah palapa dan berhasil mempersatukan nusantara di bawah kerajaan Majapahit .

Berikut adalah penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit :
1. Adanya perkembangan Islam di kerjaan Demak
2. Banyak daerah kekuasaanya yang melepaskan diri
3. Lemahnya raja - raja pengganti Hayam Wuruk
4. Terjadinya perang saudara / perang paregreg
5. Hancurnya perekonomian akibat perang saudara .

8. Kerajaan Mataram Kuno 

Kerajaan Mataram kuno terletak di Magelang Jawa Tengah . Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti canggal yang menceritakan bahwa kerajaan Mataram Kuno di perintah oleh dinasti sanjaya dan dinasti syailendra .


Kerajaan mataram kuno dinasti sanjaya terletak di Jawa Tengah dan di  kelilingi oleh gunung - gunung .
Kerajaan mataram kuno dinasti sanjaya didirikan oleh Sanjaya dan berkembang pesat pada saat pemerintahan Rakai Pikatan dan mengalami kejayaan pada saat pemerintahan Raja Diak Balitung.

Kerajaan Mataram Kuno dinasti Syailendra di perkirakan terletak di Bagelan dan Yogyakarta . Pada masa pemerintahan Bala Putra Dewa pusatnta di gunung Selatan . Kerajaan Mataram Kuno dinasti Syailendra mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Samarthungga . Tetapi setelah Pramodhawardani kerajaan Mataram kuno dinasti Syailendra di gabung dengan kerajaan Mataram Kuno dinasti Sanjaya .